Minggu, 21 Oktober 2018

Sastra Jawa di Balai Pustaka

Bandung Mawardi *
suaramerdeka.com 24 Sep 2017

Tahun ini adalah 100 tahun usia Balai Pustaka (22 September 1917-22 September 2017). Orang-orang biasa mengenang Balai Pustaka adalah daftar novel berbahasa Indonesia pada masa 1920-an. Ingatan itu diperoleh dari pelajaran di sekolah dan buku sejarah sastra di Indonesia. Sekian novel mengartikan peran Balai Pustaka. Sejak pendirian pada 1917, Balai Pustaka tak cuma bertugas menerbitkan buku sastra berbahasa Melajoe atau Indonesia. Balai Pustaka juga bermisi mengadakan buku-buku sastra Jawa, meski menerapkan kontrol dan sensor.

Balai Pustaka pernah berperan penting dalam semaian sastra modern berbahasa Jawa melalui terbitan Serat Rijanta gubahan Raden Bagus Sulardi. Novel selesai ditulis pada 1918, diterbitkan Balai Pustaka pada 1920, semasa dengan Azab dan Sengsara (1920) karya Merari Siregar. Novel dicetak beraksara Jawa dan berbahasa Jawa halus. Tebal 139 halaman. Serat Rijanta menandai usaha Balai Pustaka menjadi penentu atau pusat penerbitan sastra Jawa, meski mendapat saingan dari penerbit-penerbit partikelir bertaraf kecil. Ingatan pada Serat Rijanta tak seheboh dengan novel-novel berbahasa Indonesia.

Di pelbagai jurusan sastra Jawa, Serat Riyanta memang dipelajari, tetapi jarang memicu keinginan publik turut membaca: memberi penghormatan terhadap jejak sastra Jawa pada zaman kapitalisme cetak dan kebermaknaan penerbit bentukan pemerintah kolonial. Orang-orang sudah kesulitan membaca novel dicetak beraksara Jawa. Usaha menerjemahkan ke bahasa Indonesia pernah dilakukan Pusat Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Indonesia, 1998- 1999. Edisi terjemahan datang terlambat, datang dalam rupa dan rasa berbeda.

Penerbitan dilakukan Departemen Pendidikan Nasional, tak lagi Balai Pustaka. Kehadiran novel Jawa di Balai Pustaka mendahului kemunculan puisi-puisi berbahasa Jawa di naungan Balai Pustaka. Pesona prosa memang sedang berbiak berbarengan ikhtiar Padmasusastra dalam gubahan sastra berbentuk prosa, tak melulu puisi. Warisan terpenting adalah Rangsang Tuban (1912). Novel itu berkesan mengantarkan novel-novel berbahasa Jawa terbitan Balai Pustaka pada masa 1920-an dan 1930-an. Pada zaman bergerak, prosa (novel dan cerita pendek) cenderung gampang terbaca ketimbang puisi menganut struktur tradisi bereferensi para pujangga keraton.

Balai Pustaka terus berperan dalam perkembangan sastra Jawa melalui terbitan majalah berbahasa Jawa bernama Kadjawen. Intojo menggubah puisi berbahasa Jawa dipengaruhi soneta berjudul “Dayaning Sastra”, dimuat di Kadjawen edisi 1 April 1941. Para pujangga di Jawa mulai turut dalam keterpengaruhan puisi berkiblat Eropa. Penggunaan bahasa Jawa mengesankan gubahan mereka masih masuk di alur sastra Jawa. Intojo menulis: Tembung kang ginantha lelarikan,/ Tinata binaris kadya bata,/Sinambung pinutung manut ukuran,/ Dene bandjur kasinungan daja.

Melacak Peran

Suripan Sadi Hutomo (1985) menilai kalangan sastra Jawa mendapat pengaruh besar dari kemunculan Pujangga Baru masa 1930-an. Anutan estetika tak lagi mengacu ke tradisi leluhur atau pujangga keraton, tetapi mencari ke sastra modern berasal dari Eropa. Pengabaran sastra Jawa di Balai Pustaka memang tak sekencang sastra Indonesia.

Kita masih mungkin melacak peran Balai Pustaka dalam penentuan selera sastra Jawa dan kuasa mengenalkan sastra klasik dan modern pada masa kolonial. Balai Pustaka sangat berperan, tetapi memberi seruan atas keterpilihan penggunaan aksara Latin ketimbang aksara Jawa dalam pelbagai terbitan buku. Pada permulaan, Balai Pustaka memilih naskah-naskah mengandung didaktik atau ajaran moral. Kemeriahan penerbitan sastra Jawa dalam bentuk buku cetak memunculkan kebangkitan bercorak modern. Sastra Jawa adalah sastra tulis dan tercetak jadi buku.

Balai Pustaka tampil mengambil peran dengan kerancuan misi ideologi-kultural dan estetika. JJ Ras dalam buku Bunga Rampai Sastra Jawa Mutakhir (1985) mengakui Serat Rijanta mengawali keampuhan sastra Jawa menuruti situasi zaman dan kemungkinan estetika baru, meninggalkan patokan estetika lama di sastra tradisional. Pada 1924, publik pembaca mendapatkan novel Kirti Ndjundjung Dradjat gubahan Jasawidagda.

Sastra berbahasa Jawa bercorak modern makin digandrungi pembaca, meski harus berhadapan dengan aksara Latin, bukan lagi tergantung pada aksara Jawa. Episode 1920-an bersambung ke perkembangan sastra Jawa pada masa 1950-an dan 1960-an. Balai Pustaka kehilangan dominasi akibat kemunculan penerbit-penerbit partikelir di pelbagai kota: memberi menu bacaan sastra Jawa dalam bentuk kumpulan puisi, kumpulan cerita pendek, dan novel. Pada abad XXI, sastra Jawa di Balai Pustaka adalah nostalgia menguak sesalan kesulitan mendapatkan koleksi lengkap. Sekian buku menghilang tanpa jejak dan studi sastra modern berbahasa Jawa tertinggal jauh dari studi sastra Indonesia. Kita mending masih mau mengingat, meski merasa kehilangan dan ketinggalan.

*) Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

A. Qorib Hidayatullah A. Rego S. Ilalang A. Rodhi Murtadho A. Syauqi Sumbawi Abdul Azis Sukarno Abdul Kadir Ibrahim Abi N. Bayan Achiar M Permana Adib Baroya Aditya Ardi N Afrilia Afrizal Malna Aguk Irawan Mn Agus Buchori Agus Noor Agus R. Sarjono Agus Sulton Agus Sunyoto Agusri Junaidi AH J Khuzaini Ahmad Anshori Ahmad Farid Yahya Ahmad Fatoni Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Rifa’i Rif’an Ahmad Tohari Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Ajip Rosidi Akhmad Muhaimin Azzet Akhmad Sekhu Akhudiat Alfian Dippahatang Ali Audah Ali Mustofa Alief Mahmudi Alim Bakhtiar Allex Qomarulla Amarzan Loebis Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Amir Syarifuddin Anash Andri Awan Anggrahini KD Anindita S Thayf Anisa Ulfah Anjrah Lelono Broto Annisa Steviani Anugrah Gio Pratama Anung Wendyartaka Aprinus Salam APSAS (Apresiasi Sastra) Ardy Suryantoko Arie Giyarto Arie MP Tamba Arif Bagus Prasetyo Arif Gumantia Arif Hidayat Aris Kurniawan Arman A.Z. Arsyad Indradi Arti Bumi Intaran AS Laksana Asarpin Asrul Sani Baca Puisi Bahrum Rangkuti Balada Bambang Kempling Bandung Mawardi Beni R. Budiman Beni Setia Benny Benke Beno Siang Pamungkas Berita Berita Duka Bernando J. Sujibto Berthold Damshauser Binhad Nurrohmat Bonari Nabonenar Brunel University London Budi Darma Bustan Basir Maras Candra Malik Candrakirana Caping Catatan Cerbung Cerpen Chairil Anwar Chicilia Risca Christine Hakim Cinta Laura Kiehl D. Zawawi Imron Dad Murniah Dadang Ari Murtono Damhuri Muhammad Dami N. Toda Damiri Mahmud Darju Prasetya Deddy Setiawan Denny JA Denny Mizhar Deo Gratias Dewi Musdalifah Dhimas Ginanjar Dian Sukarno Dian Tri Lestari Diana AV Sasa Dien Makmur Dinar Rahayu Diskusi Djoko Pitono Djoko Saryono Doddi Ahmad Fauji Dody Yan Masfa Donny Syofyan Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Pranoto Edisi Khusus Edy Firmansyah Eka Budianta Eka Kurniawan Eko Prasetyo Eko Tunas Elsa Vilinsia Nasution Erwin Setia Ery Mefry Esai Evan Ys F Aziz Manna F. Budi Hardiman F. Rahardi Fahmi Faqih Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Fajar Alayubi Fatah Anshori Fatah Yasin Noor Feby Indirani Felix K. Nesi Foto Andy Buchory Francisca Christy Rosana Franz Kafka Frischa Aswarini Fritz Senn Galuh Tulus Utama Gampang Prawoto Gde Artawan Gendhotwukir Goenawan Mohamad Gola Gong Gusti Eka Hamdy Salad Hamid Jabbar Hamka Hamsad Rangkuti Hamzah Sahal Hardy Hermawan Hari Purwiati Hario Pamungkas Haris del Hakim Hasan Aspahani Hasan Junus Hasnan Bachtiar Hendri R.H Hendri Yetus Siswono Herie Purwanto Herry Lamongan Heru Kurniawan Hikmat Gumelar Holy Adib Hudan Hidayat Hudan Nur I Nyoman Darma Putra I. B. Putera Manuaba IAI TABAH (Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah) Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi Ida Fitri Ignas Kleden Imam Muhtarom Imam Nawawi Imammuddin SA Iman Budhi Santosa Indira Permanasari Indonesia O’Galelano Indra Intisa Indra Tjahyadi Inung As Isbedy Stiawan ZS Iskandar Noe Iwan Kurniawan Iwan Simatupang Jajang R Kawentar Jalaluddin Rakhmat James Joyce Jean-Paul Sartre Jember Gemar Membaca JJ. Kusni Jl Raya Simo Sungelebak Karanggeneng Joko Pinurbo Jordaidan Rizsyah Joyo Juwoto Jual Buku Paket Hemat K. Usman Kadek Suartaya Katrin Bandel Kedung Darma Romansha Kemah Budaya Panturan (KBP) Khairul Mufid Jr Khanif Khoirul Abidin Ki Ompong Sudarsono Kiki Astrea Kitab Para Malaikat Koh Young Hun Komplek Gor Kamantren Paciran Lamongan Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias Komunitas Sastra dan Teater Lamongan (Kostela) Komunitas Sastra Ilalang Indonesia (KSII) Kritik Sastra Kumpulan Cerita Buntak Kurnia Effendi Kuswaidi Syafi’ie L.K. Ara Lan Fang Launching dan Bedah Buku Lawi Ibung Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Literasi Liza Wahyuninto Lukas Luwarso Lukman Santoso Az M. Abror Rosyidin M. Adnan Amal M. Faizi M. Lutfi M. Yoesoef M.D. Atmaja Mahamuda Mahardini Nur Afifah Mahendra Cipta Mahfud Ikhwan Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Malkan Junaidi Maman S Mahayana Manneke Budiman Mansur Muhammad Marcellus Nur Basah Mardi Luhung Marhalim Zaini Maria Magdalena Bhoernomo Mario F. Lawi Maroeli Simbolon Marsel Robot Marulam Tumanggor Mas Garendi Mashuri Masuki M. Astro Matdon Matroni Muserang MG. Sungatno Moh. Husen Mohamad Sobary Mohammad Sadam Husaen Muhammad Idrus Djoge Muhammad Muhibbuddin Muhammad Subarkah Muhammad Yasir Muhidin M. Dahlan Multazam Mulyosari Banyuurip Ujung Pangkah Gresik Jawa Timur Murnierida Pram Mutia Sukma N. Syamsuddin CH. Haesy Naskah Teater Neli Triana NH Dini Nirwan Ahmad Arsuka Nirwan Dewanto Nissa Rengganis Noor H. Dee Novel John Halmahera Nurel Javissyarqi Nuryana Asmaudi Omah Sastra Ahmad Tohari Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Pagelaran Musim Tandur PDS H.B. Jassin Pipiet Senja Profil MA Matholi'ul Anwar Prosa Proses Kreatif Puisi Pustaka LaBRAK PUstaka puJAngga Putu Fajar Arcana R. Timur Budi Raja Radhar Panca Dahana Raedu Basha Rahmat HM Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Raudal Tanjung Banua Remy Sylado Resensi Ribut Wijoto Riki Dhamparan Putra Rinto Andriono Riri Satria Rodli TL Ronggeng Dukuh Paruk Ronny Agustinus Rumah Budaya Pantura (RBP) S Yoga S. Jai S.W. Teofani Sabrank Suparno Sahaya Santayana Saini KM Sainul Hermawan Sajak Sanggar Pasir Sanggar Pasir Art and Culture Sanggar Rumah Ilalang Sanggar Teater Jerit Sapardi Djoko Damono Sasti Gotama Sastra dan Kuasa Simbolik Sastra Lamongan Sastra-Indonesia.com Sastri Sunarti Satyagraha Hoerip Saut Situmorang Sekolah Literasi Gratis (SLG) SelaSAstra Boenga Ketjil Seno Gumira Ajidarma Seputar Sastra Semesta Sergi Sutanto Shiny.ane el’poesya Sholihul Huda Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Siwi Dwi Saputro Soeparno S. Adhy Soetanto Soepiadhy Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sosiawan Leak Subagio Sastrowardoyo Suminto A. Sayuti Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Sutan Iwan Soekri Munaf Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Syaifuddin Gani Taufik Ikram Jamil Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teater Ilat Teguh Winarsho AS Tengsoe Tjahjono Theresia Purbandini Titi Aoska Tjahjono Widijanto Toko Buku Murah PUstaka puJAngga Lamongan Topik Mulyana Tri Lestari Sustiyana Triyanto Triwikromo TS Pinang Ulysses Umar Fauzi Ballah Umbu Landu Paranggi Umi Kulsum Universitas Indonesia Universitas Negeri Jember Untung Wahyudi Veronika Ninik Viddy A.D. Daery W.S. Rendra Wage Daksinarga Wahyudi Akmaliah Muhammad Wawan Eko Yulianto Wawancara Widie Nurmahmudy Wildan Ibnu Walid Windi Erica Sari Wisran Hadi Y Alprianti Y. Thendra BP Yanusa Nugroho Yasunari Kawabata Yeni Mulyani Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yonathan Rahardjo Yopi Setia Umbara Zainuddin Sugendal Zainuri Zehan Zareez Zelfeni Wimra Zumro As-Sa'adah