Jumat, 03 September 2021

TERSESAT KE PERTAPAAN RATU KALINYAMAT BERBEKAL PUISI GELAP

Mashuri *
 
Saya mengenal tokoh satu ini dari pentas ketoprak di TVRI tahun 1980-an di TV hitam putih. Pelajaran sejarah di sekolah absen mencatat dan mengajarkannya. Mungkinkah karena ia 'hanya' perempuan? Yup, ia adalah Ratu Kalinyamat, puteri Sultan Trenggono, Demak. Dikenal sebagai penguasa Jepara atau Kalinyamat pada masa Kerajaan Pajang, pengganti suaminya, Sultan Hadiri. Sebagaimana diketahui, Sultan Hadiri dihabisi kaki tangan adipati Jipang Panolan, Aryo Penangsang, dengan bilah keris legendaris Kyai Setan Kober, karena bersekutu dengan Sultan Hadiwijaya, yang kondang dengan nama Jaka Tingkir.

Senin, 30 Agustus 2021

Jalan Bareng Hamsad Rangkuti

Pipiet Senja
 
Hamsad Rangkuti, siapa yang tak mengenalnya? Cerpen-cerpennya dimuat dalam berbagai harian dan majalah, terbitan dalam dan luar negeri. Bahkan beberapa di antaranya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Jerman, antara lain dimuat dalam New Voice in Southeast Asia Solidarity (1991), Manoa, Pasific Journal of International Writing, University of Hawaii Presss (1991, Beyond The Horison, Short Stories from Contemporary Indonesia, Monash Asia Institute, Jurnal Rima, Review of Indonesia and Malaysia Affairs, University Sydney. Vol. 25, 1991. Cerpen-cerpennya juga termuat dalam beberapa antologi cerita pendek mutakhir, antara lain Cerpen-cerpen Indonesia Mutakhir, editor Suratman Markasam, 1991.

Minggu, 29 Agustus 2021

Sastra Lisan Dayak Golik

Hari Purwiati *
insidepontianak.com, 29 Mei 2020
 
Sebagai bagian kebudayaan yang pernah hidup dan berkembang di tengah-tengah kehidupan masyarakat, sastra lisan mempunyai fungsi dan kedudukan di kehidupan masyarakat penuturnya, seperti sebagai sarana  penghibur, sarana pendidikan, dan sarana komunikasi. Bahkan, (Syahril, 2018:92) menjelaskan bahwa karya sastra baik lisan maupun tulisan tentunya mengandung ajaran, pesan, dan aturan yang terjadi dan berkembang serta berlaku pada masyarakat tersebut. Seiring kemajuan dan perkembangan zaman, terjadi pula perubahan di tengah masyarakat, tidak terkecuali masyarakat Dayak dan Melayu Kalimantan Barat. Perubahan ini  berakibat pula perubahan pada keberadaan cerita rakyat di tengah masyarakat pendukungnya.

Agama, Sastra, dan Pluralitas

Heru Kurniawan
lampungpost.com
 
KALAU saya menganalogikan alam semesta dan sastra sebagai dunia yang sama, itu karena di antara keduanya mempunyai paradigma yang seide, yaitu alam semesta dan sastra merupakan dunia manifestasi dari penciptanya.
 
Alam semesta adalah manifestasi dari “perbendaharaan Tuhan”. Sedangkan sastra adalah manifestasi “pikiran pengarang”. Dalam tradisi filosofis, alam semesta dan sastra sama merepresentasikan kejeniusan penciptanya.

Sabtu, 28 Agustus 2021

Ihwal Biografi Sastrawan Riau Modern

(Apresiasi Atas Buku Leksikon Sastra Riau)
 
Marhalim Zaini
riaupos.com
 
Betapa pun pakar semiotika Roland Barthes (1915-1980) menggemaungkan, “the death of the author,” saya yakin, kita masih sangat percaya bahwa sosok sastrawan (pengarang) tak dapat dengan mudah “terpisah” dengan karyanya.

Mengembara Identitas Lokal Sampai Global

Menyimak Matapangara, Raedu Basha

Jumat, 27 Agustus 2021

Bahasa Indonesia, Film Nasional, dan Generasi Bangsa

(Makalah dalam Seminar Nasional Bahasa dan Sastra Himpunan Pembina Bahasa Indonesia di Yogyakarta pada tanggal 16–18 Mei 2008)
 
Mahmud Jauhari Ali
 
Abstrak
 
Pada kenyataannya hanya sebagian saja dari seluruh orang Indonesia yang peduli dengan hidup matinya bahasa Indonesia. Sebagiannya lagi memilih tidak peduli. Sebagai warga negara Indonesia, kita selayaknyalah peduli dengan kehidupan dan perkembangan bahasa dan sastra Indonesia. Dewasa ini, pemakaian bahasa Indonesia baik dalam kehidupan nyata maupun dalam dunia film mulai bergeser digantikan dengan pemakaian bahasa anak remaja yang dikenal dengan bahasa gaul.

Rabu, 25 Agustus 2021

TERLENA DI TAMAN TASYBIH, SAMPAI KAPAN?

Imam Nawawi
 
Tasybih (metafora) adalah salah satu godaan 'setan' yang paling sulit dihindari, terutama dalam menulis teks yang sejak awal diniatkan agar tampak puitis. Setan selalu menyesatkan, bahkan walaupun ajarannya mengandung kebaikan. Jangan heran bila muncul Gereja Setan untuk menandingi gereja yang sudah mapan.

Selasa, 24 Agustus 2021

Imajinasi Kebangsaan HAMKA Dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der WijcK

Wahyudi Akmaliah Muhammad *
indonesiaartnews.or.id
 
I
SUNGGUH tidak mengenakkan menjadi bangsa yang setengah (baca: blasteran). Di negeri asal ia tak dikenal, di negeri tempat di mana ia tinggal tak diterima. Lebih menyedihkan, perihal dan lakunya yang sekiranya cukup berperan dalam kemajuan negeri, tidak pernah tercatat dalam lintasan sejarah. Begitulah kira-kira gambaran realitas yang terjadi terhadap orang-orang yang terlahir sebagai blasteran, sebuah percampuran darah melalui orangtua yang berbeda bangsa. Sebuah sejarah yang masih menyisakan pertanyaan, satu kisah yang kerap memerlukan eksplorasi lebih mendalam. Sehingga stereotip yang selama ini muncul, tidak hanya bisa diminimalisir, melainkan “dipadamkan”. 1

ORANG YANG BERNAMA NIRDAWAT

—mengenang Budi Darma—
 
Taufiq Wr. Hidayat *
 
Budi Darma memperkenalkan orang yang bernama Nirdawat. Orang aneh. Tapi juga orang normal. Orang biasa. Tapi juga orang luar biasa. Orang bijak, yang kadang-kadang dianggap bejat. Bahkan suatu kali menjadi presiden, yakni Presiden Nirdawat yang memimpin Republik Demokratik Nusantara. Dalam “Tangan-tangan Buntung”-nya, Budi Darma mengisahkan Presiden Nirdawat yang mengagumi pemimpin negara tetangga yang tangannya buntung, tapi dihormati.

Senin, 23 Agustus 2021

Quo Vadis Standardisasi Puisi?

Alief Mahmudi *
seputar-indonesia.com
 
Beberapa waktu lalu, dalam sebuah acara diskusi rutin yang diselenggarakan komunitas Kutub Yogyakarta membahas tentang puisi karya seorang penyair yang hilang, Wiji Thukul.
 
Dalam diskusi yang sesekali memancing perdebatan panjang itu,ada beberapa hal yang tercatat, terutama dalam masalah kritik sastra. Berawal dari sebuah pertanyaan yang menyinggung bentuk puisi Wiji Thukul, yang menuliskan puisinya dengan bahasa gamblang dan lebih menyerupai orasi, pembahasan melebar sampai wilayah keabsahan suatu karya hingga dapat disebut sebagai puisi.

Joko Pinurbo dan Dinar Rahayu

Nirwan Dewanto *
majalah.tempointeraktif.com
 
SETIAP akhir tahun saya merasa lara dan terkutuk sebab saya tahu tak banyak karya sastra dalam bahasa nasional kita dalam setahun itu yang layak dikenang. Sebagian besar hanya akan tinggal sebagai bahan dokumentasi. Juga sepanjang 2002. Namun, takut menjadi anak durhaka di kampung halaman sendiri, saya berusaha toleran terhadap mutu sastra, lalu menghibur diri: lihat, bakat baru terus bermunculan. Ajaib, masih ada yang bisa meloloskan diri dari mediokritas yang kian merajalela dalam masyarakat saya. Bagaimana mungkin negeri yang tenggelam dalam kelisanan ini masih bisa menghasilkan penulis unggul?

Dari Rak Terdepan Sastra Indonesia oleh tengara.id

tengara.id, Dari Rak Terdepan Sastra Indonesia
 

Minggu, 22 Agustus 2021

Sampaikan Surat Ini Kepada Maksimin

Muhammad Yasir
 
Maksimin seorang derma yang pesakitan dan lebih tua hampir 20 tahun dariku. Tubuhnya tinggi dan kurus, rambutnya tidak terawat sepertinya begitulah perangai seorang serdadu yang kalah perang. Dua bulan belakangan ini, dia kerap menghabiskan hari-harinya di sebuah kamar sumpek. Dia menulis dan menyunting di sana. Semua penulis, barangkali, memiliki prinsip individual dalam kerja-kerja kreatifnya. Tentu ada kebebasan yang aneh yang terkandung di dalamnya.

Novel Orang-Orang Bertopeng (25 Tamat)

Dimuat bersambung di harian Sinar Harapan, edisi 27 Maret-10 Mei 2002
 
Teguh Winarsho AS *
 
Keesokan harinya Salman dimakamkan. Acara pemakaman dibuat sesingkat mungkin. Secepat mungkin. Tapi yang melayat cukup banyak karena selain orang tua Salman cukup disegani, kematian Salman boleh dibilang sangat tragis. Baru saja Salman melangsungkan pernikahan, mendapat istri cantik, kini ia harus menerima dua peluru yang sekaligus merenggut nyawanya. Abah, Umi dan Fatma turut hadir dalam upacara pemakaman itu meski harus sering-sering menunduk menghindari tatapan aneh terutama dari keluarga Salman yang seolah tidak bisa menerima kematian Salman yang terjadi hanya sehari setelah pesta pernikahan.

Budi Darma: Antara Takdir dan Absurditas Manusia

Imam Muhtarom *
kultur-majalah.com
 
Budi Darma secara konsisten mengatakan bahwa kepengarangannya disebabkan oleh takdir. Bakat, kemauan, dan kesempatan menulis hanyalah rangkaian pernyataan takdir.
 
Budi Darma mendapat julukan penulis serba bisa. Salah seorang tokoh prosa Indonesia Angkatan 1970-an, ini dikenal sebagai pengarang yang revolusioner pada masa itu. Bahkan, Prof. A. Teeuw menilainya sebagai pengarang yang paling berhasil dalam usaha pembaruan, khususnya dalam hal teknik fiksi dan isinya. Penulis kelahiran Rembang, Jawa Tengah, pada 25 April 1937 ini dianggap sebagai pelopor penggunaan teknik kolase, dan karya-karyanya dapat disejajarkan dengan karya-karya mancanegara.

Ikhtiar Puisi dan Prosa Mardi Luhung

Judul: Belajar Bersepeda (kumpulan puisi)
Penulis: Mardi Luhung
Tebal: viii + 68 hlm
Penerbit: buku bianglala, Gresik
ISBN: 978-602-8671-74-3
Peresensi: Umar Fauzi Ballah
Kompas, 24 Juni 2012

PUISI DESKRIPTIF MARDI LUHUNG *

Beni Setia **
 
SUDAH sejak lama orang berpikiran, kalau membuat puisi itu hanya bermain kata-kata, membuat penggalan-penggalan kalimat dengan rentetan (keberadaan) kata-katanya itu sengaja dihadirkan dan diikat oleh semacam hukum permainan bunyi yang diulang-ulang, persanjakan. Acuan sederhana kreasi yang melahirkan banjir produksi, dan melahir sinisme tentang ujud kepenyairan yang terkesan melulu menginpetarisasi orang nyinyir yang suka mrepet kelewat cinta persanjakan–persamaan bunyi vokal di antara sederet konsonan yang tak berharga–,

Jumat, 20 Agustus 2021

KEIDIOSINKRETISAN DAN KEMOMENTANAN APRESIASI SASTRA (13)

Djoko Saryono *
 
Di muka sudah disinggung ihwal keindividualan, keidiosinkretisan, dan kemomentanan proses berlangsungnya apresiasi sastra. Ihwal keindividualan, keidiosinkretisan, dan kemomentanan ini perlu dijelaskan dan ditegaskan supaya penjelasan tentang keberanekaragaman dan faktor-faktor yang memengaruhi proses keberlangsungan apresiasi sastra tidak dipandang dan disikapi sebagai sesuatu yang konstan, tetap, dan tidak berubah. Sebabnya, kecenderungan mekanisme proses keberlangsungan apresiasi sastra dan faktor-faktor yang memengaruhinya berkaitan erat dengan keindividualan, keidiosinkretisan, dan kemomentanan ini.
A. Qorib Hidayatullah A. Rego S. Ilalang A. Rodhi Murtadho A. Syauqi Sumbawi Abdul Azis Sukarno Abdul Kadir Ibrahim Abi N. Bayan Achiar M Permana Adib Baroya Aditya Ardi N Afrilia Afrizal Malna Aguk Irawan Mn Agus Buchori Agus Noor Agus R. Sarjono Agus Sulton Agus Sunyoto Agusri Junaidi AH J Khuzaini Ahmad Anshori Ahmad Farid Yahya Ahmad Fatoni Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Rifa’i Rif’an Ahmad Tohari Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Ajip Rosidi Akhmad Muhaimin Azzet Akhmad Sekhu Akhudiat Alfian Dippahatang Ali Audah Ali Mustofa Alief Mahmudi Alim Bakhtiar Allex Qomarulla Amarzan Loebis Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Amir Syarifuddin Anash Andri Awan Anggrahini KD Anindita S Thayf Anisa Ulfah Anjrah Lelono Broto Annisa Steviani Anugrah Gio Pratama Anung Wendyartaka Aprinus Salam APSAS (Apresiasi Sastra) Ardy Suryantoko Arie Giyarto Arie MP Tamba Arif Bagus Prasetyo Arif Gumantia Arif Hidayat Aris Kurniawan Arman A.Z. Arsyad Indradi Arti Bumi Intaran AS Laksana Asarpin Asrul Sani Baca Puisi Bahrum Rangkuti Balada Bambang Kempling Bandung Mawardi Beni R. Budiman Beni Setia Benny Benke Beno Siang Pamungkas Berita Berita Duka Bernando J. Sujibto Berthold Damshauser Binhad Nurrohmat Bonari Nabonenar Brunel University London Budi Darma Bustan Basir Maras Candra Malik Candrakirana Caping Catatan Cerbung Cerpen Chairil Anwar Chicilia Risca Christine Hakim Cinta Laura Kiehl D. Zawawi Imron Dad Murniah Dadang Ari Murtono Damhuri Muhammad Dami N. Toda Damiri Mahmud Darju Prasetya Deddy Setiawan Denny JA Denny Mizhar Deo Gratias Dewi Musdalifah Dhimas Ginanjar Dian Sukarno Dian Tri Lestari Diana AV Sasa Dien Makmur Dinar Rahayu Diskusi Djoko Pitono Djoko Saryono Doddi Ahmad Fauji Dody Yan Masfa Donny Syofyan Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Pranoto Edisi Khusus Edy Firmansyah Eka Budianta Eka Kurniawan Eko Prasetyo Eko Tunas Elsa Vilinsia Nasution Erwin Setia Ery Mefry Esai Evan Ys F Aziz Manna F. Budi Hardiman F. Rahardi Fahmi Faqih Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Fajar Alayubi Fatah Anshori Fatah Yasin Noor Feby Indirani Felix K. Nesi Foto Andy Buchory Francisca Christy Rosana Franz Kafka Frischa Aswarini Fritz Senn Galuh Tulus Utama Gampang Prawoto Gde Artawan Gendhotwukir Goenawan Mohamad Gola Gong Gusti Eka Hamdy Salad Hamid Jabbar Hamka Hamsad Rangkuti Hamzah Sahal Hardy Hermawan Hari Purwiati Hario Pamungkas Haris del Hakim Hasan Aspahani Hasan Junus Hasnan Bachtiar Hendri R.H Hendri Yetus Siswono Herie Purwanto Herry Lamongan Heru Kurniawan Hikmat Gumelar Holy Adib Hudan Hidayat Hudan Nur I Nyoman Darma Putra I. B. Putera Manuaba IAI TABAH (Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah) Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi Ida Fitri Ignas Kleden Imam Muhtarom Imam Nawawi Imammuddin SA Iman Budhi Santosa Indira Permanasari Indonesia O’Galelano Indra Intisa Indra Tjahyadi Inung As Isbedy Stiawan ZS Iskandar Noe Iwan Kurniawan Iwan Simatupang Jajang R Kawentar Jalaluddin Rakhmat James Joyce Jean-Paul Sartre Jember Gemar Membaca JJ. Kusni Jl Raya Simo Sungelebak Karanggeneng Joko Pinurbo Jordaidan Rizsyah Joyo Juwoto Jual Buku Paket Hemat K. Usman Kadek Suartaya Katrin Bandel Kedung Darma Romansha Kemah Budaya Panturan (KBP) Khairul Mufid Jr Khanif Khoirul Abidin Ki Ompong Sudarsono Kiki Astrea Kitab Para Malaikat Koh Young Hun Komplek Gor Kamantren Paciran Lamongan Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias Komunitas Sastra dan Teater Lamongan (Kostela) Komunitas Sastra Ilalang Indonesia (KSII) Kritik Sastra Kumpulan Cerita Buntak Kurnia Effendi Kuswaidi Syafi’ie L.K. Ara Lan Fang Launching dan Bedah Buku Lawi Ibung Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Literasi Liza Wahyuninto Lukas Luwarso Lukman Santoso Az M. Abror Rosyidin M. Adnan Amal M. Faizi M. Lutfi M. Yoesoef M.D. Atmaja Mahamuda Mahardini Nur Afifah Mahendra Cipta Mahfud Ikhwan Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Malkan Junaidi Maman S Mahayana Manneke Budiman Mansur Muhammad Marcellus Nur Basah Mardi Luhung Marhalim Zaini Maria Magdalena Bhoernomo Mario F. Lawi Maroeli Simbolon Marsel Robot Marulam Tumanggor Mas Garendi Mashuri Masuki M. Astro Matdon Matroni Muserang MG. Sungatno Moh. Husen Mohamad Sobary Mohammad Sadam Husaen Muhammad Idrus Djoge Muhammad Muhibbuddin Muhammad Subarkah Muhammad Yasir Muhidin M. Dahlan Multazam Mulyosari Banyuurip Ujung Pangkah Gresik Jawa Timur Murnierida Pram Mutia Sukma N. Syamsuddin CH. Haesy Naskah Teater Neli Triana NH Dini Nirwan Ahmad Arsuka Nirwan Dewanto Nissa Rengganis Noor H. Dee Novel John Halmahera Nurel Javissyarqi Nuryana Asmaudi Omah Sastra Ahmad Tohari Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Pagelaran Musim Tandur PDS H.B. Jassin Pipiet Senja Profil MA Matholi'ul Anwar Prosa Proses Kreatif Puisi Pustaka LaBRAK PUstaka puJAngga Putu Fajar Arcana R. Timur Budi Raja Radhar Panca Dahana Raedu Basha Rahmat HM Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Raudal Tanjung Banua Remy Sylado Resensi Ribut Wijoto Riki Dhamparan Putra Rinto Andriono Riri Satria Rodli TL Ronggeng Dukuh Paruk Ronny Agustinus Rumah Budaya Pantura (RBP) S Yoga S. Jai S.W. Teofani Sabrank Suparno Sahaya Santayana Saini KM Sainul Hermawan Sajak Sanggar Pasir Sanggar Pasir Art and Culture Sanggar Rumah Ilalang Sanggar Teater Jerit Sapardi Djoko Damono Sasti Gotama Sastra dan Kuasa Simbolik Sastra Lamongan Sastra-Indonesia.com Sastri Sunarti Satyagraha Hoerip Saut Situmorang Sekolah Literasi Gratis (SLG) SelaSAstra Boenga Ketjil Seno Gumira Ajidarma Seputar Sastra Semesta Sergi Sutanto Shiny.ane el’poesya Sholihul Huda Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Siwi Dwi Saputro Soeparno S. Adhy Soetanto Soepiadhy Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sosiawan Leak Subagio Sastrowardoyo Suminto A. Sayuti Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Sutan Iwan Soekri Munaf Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Syaifuddin Gani Taufik Ikram Jamil Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teater Ilat Teguh Winarsho AS Tengsoe Tjahjono Theresia Purbandini Titi Aoska Tjahjono Widijanto Toko Buku Murah PUstaka puJAngga Lamongan Topik Mulyana Tri Lestari Sustiyana Triyanto Triwikromo TS Pinang Ulysses Umar Fauzi Ballah Umbu Landu Paranggi Umi Kulsum Universitas Indonesia Universitas Negeri Jember Untung Wahyudi Veronika Ninik Viddy A.D. Daery W.S. Rendra Wage Daksinarga Wahyudi Akmaliah Muhammad Wawan Eko Yulianto Wawancara Widie Nurmahmudy Wildan Ibnu Walid Windi Erica Sari Wisran Hadi Y Alprianti Y. Thendra BP Yanusa Nugroho Yasunari Kawabata Yeni Mulyani Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yonathan Rahardjo Yopi Setia Umbara Zainuddin Sugendal Zainuri Zehan Zareez Zelfeni Wimra Zumro As-Sa'adah